Rasakan Mudahnya Rezeki dengan Cara – cara Ampuh ini

agar rezeki mudah lakukan cara cara ini

Kita yang menggeluti dunia usaha, pasti sering merasakan sulitnya mendapatkan uang, kesusahan yang banyak, dan ketidakcocokan dengan bidang usaha tertentu.

Namun, adakah cara yang ampuh untuk menyelesaikan itu semua ?

Tentunya ada.

Karena rezeki merupakan takdir yang juga bisa diusahakan.

Rezeki merupakan pemberian dari Allah -azza wa jalla- kepada hambanya, namun tentunya dilihat juga dari sisi usaha hamba itu sendiri.

Rezeki terkadang memang tak terduga, terkadang terasa sangat mudah, namun terkadang terasa sangat berat.

Kali ini saya akan mencoba membagikan Tips  agar  lancar Rezeki.

 1. Istighfar (Memohon Ampun kepada Allah)

Allah Ta’ala berfirman,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Barangkali ada  dosa -dosa yang menghambat kita, dalam mendapatkan rezeki. Maka istighfar dapat membuat kita mengingat sang pemberi rezeki, dan selalu memohon ampun kepada-Nya.

2. Taqwa (Patuh, Taat & Ingat)

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا , وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Menurut Ibnu Mas’ud -radhiallahu anhu-
Taqwa adalah mentaati hingga tidak bermaksiat, mengingat sehingga tidak melupakan, dan bersyukur sehingga tidak mengkufuri.

 Artinya taat kepada Allah -azza wa jalla- sehingga kita menghindari maksiat sekuat mungkin, kita mengingat Allah – azza wa jalla- dan tak akan melupakan- Nya sebagai Dzat Agung yang Maha Memberi Rezeki, dan juga Bersyukur kepada Allah atas nikmat apapun yang Allah berikan.

3. Bersyukur 

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(Q.S. Ibrahim : 7)

4. Silaturahim

Silaturahim adalah menjalin hubungan dengan kerabat yang pernah putus atau terus menjalin yang telah selama ini ada.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557).

Kata Imam Nawawi dilapangkan rezeki adalah diluaskan atau diperbanyak rezekinya. Juga bisa maksudnya adalah Allah berkahi rezekinya. (Syarh Shahih Muslim, 16: 104)

Ibnu Hajar dalam Al-Fath menjelaskan, “Silaturahmi dimaksudkan untuk kerabat, yaitu yang punya hubungan nasab, baik saling mewarisi ataukah tidak, begitu pula masih ada hubungan mahrom ataukah tidak.”

5. Sedekah 

    مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S Ibrahim :7)
Rasulullah -sholallahualaihiwasalam- bersabda,” Setiap hari, ketika para hamba memasuki pagi hari, pasti ada dua malaikat yang turun, Yang satu berdoa, “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak,’ dan yang satunya lagi berdoa, Ya Allah, berilah kerugian bagi rang yang menahan(tidak infak).” (HR Bukhari dan Muslim)  
Dan hendaklah kita banyak Berdoa dan menjauhi segala hal yang haram, dan sudah sepatutnya sebagai umat muslim dan sebagai serang hamba kita meyakini bahwa point – point diatas adalah amalan yang nyata dengan dalil yang kuat, juga hendaknya kita berbaik sangka kepada Allah dalam segala hal, dan amalan – amalan diatas hendaknya juga dilakukan dengan usaha sesuai kemampuan masing – masing.
Mohon maaf jika ada kesalahan.
Waallahua’lam Bishowab

 

 

 

Leave a Reply